PENGANTAR PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat-NYA kepada kami sehingga makalah ini selesai dengan tepat
waktu tanpa ada halangan sesuatu apapun. Aliran-aliran pendidikan telah dimulai sejak manusia ada,
karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda
keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. Oleh
karena itu bahasan tersebut hanya dibatasi pada beberapa rumpun aliran
empirisme dan aliran lainnya yang pengaruh sampai saat ini dan penting dalam
kehidupan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Menjelaskan pengertian pendidikan.
2. Menjelaskan aliran pendidikan dan contohnya.
1.3 Tujuan
1.
Memahami tentang aliran-aliran
pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENDIDIKAN
Pendidikan merupakan salah satu
bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Pendidikan dimulai sejak manusia itu
ada. Dengan adanya pendidikan manusia akan memiliki bekal untuk membantu
hidupnya dan membangun negaranya. Pendidikan bisa berupa pendidikan formal dan
pendidikan non formal. Manusia mendapat pendidikan formal dari suatu lembaga
pembelajaran atau sekolah, sedangkan manusia mendapat pendidikan non formal
dari kehidupan sehari-hari seperti sopan santun, sikap dalam kehidupan
sehari-hari dalam masyarakat. Pendidikan itu sendiri adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi
pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala
lingkungan dan sepanjang hidup.
2.2 ALIRAN PENDIDIKAN
1. Aliran Empirisme
Aliran ini
berdasarkan atas konsepsi yang menyatakan bahwa perkembangan individu
bergantung pada pengalaman-pengalaman yang di peroleh individutersebut selama
hidupnya.
Menurut
“John locke” (1632-1704) seorang filsuf inggris teorinya dikenal dengan Tabulae
Rasae ( meja berlapis lilin), yang
menyebutkan bahwa anak yang baru lahir ke dunia seperti kertas kosongyang putih
bersih. Jhon locke berpendapat anak dilahirkan di dunia ini tanpa pembawaan
melainkan tabula rasa, artinya pengalaman yang akan dihadapinya dapat
mempengaruhinya untuk membentuk tingkah laku, sikap, serta watakanak sesuai
dengan tujuan pendidikan yang diharapkan.
contoh, suatu
keluarga menginginkan anaknya menjadi pelukis, dan menyediakan segala alat yang
dipergunakan untuk melukis, namun si anak tidak mempunyai bakat melukis,
alhasil keinginan keluarga agar anak itu menjadi pelukis gagal. Akibatnya akan
ada konflik dalam diri anak.
2. Aliran Nativisme
Aliran ini
bertolak belakang dengan konsepsi empirisme, yaitu perkembangan individu
ditentukan faktor bawaan sejak lahir.
Menurut
“Schopenhaeur” seorang fiolsof Jerman yang hidup pada tahun (1788-1880).Yang
berpendapat bahwa bayi lahir dengan pembawaan baik dan pembawaan buruk, hasil
akhir perkembangan dan pendidikan manusia ditentukan oleh pembawaan yang
sudah di bawa sejak lahir.
Prinsipnya,
pandangan Nativisme adalah pengakuan tentang adanya daya hasil yang telah
terbentuk sejak manusia lahir ke dunia, yaitu daya-daya psikologis dan
fisiologisnya yang bersifat herediter, serta kemampuan dasar lainnya yang
kapasitasnya berbeda dalam diri tiap individu.
Misalnya, seorang anak yang mirip dengan orang tuanya, secara fisik dan
akan mewarisi sifat dan bakat orang tua.
3. Aliran Naturalisme
Aliran ini
hampir bersamaan dengan aliran Nativisme.
Menurut
“J.JRousseau” seorang filosof Prancis tahun (1712-1778) Rosseau berpendapat
dalam bukunya Email ”Semua anak adalah baik pada waktu baru datang dari
sang pencipta, tetapi menjadi buruk ditangan manusia”. Berbeda dengan
Schopenhaur, Rousseau berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai
bawaaan yang baik, tidak seorangpun anak lahir dengan pembawaan buruk. Namun
akan rusak oleh tangan manusia. Rousseau ingin menjauhkan anak dari segala
keburukan masyarakat yang serba dibuat-buat atau bersifat “artificial”,
sehingga kebaikan anak-anak yang dimiliki secara alamiah sejak saat
kelahirannya itu dapat berkembang secara spontan dan bebas.
Dengan
demikian , aliran Naturalisme menitik beratkan pada
strategi pembelajaran yang bersifat paedosentris, artinya, factor
kemampuan individu anak didik menjadi pusat kegiatan proses belajar mengajar.
4. Aliran Konvergensi
Menurut
“William stern” (1871-1939) seorang tokoh pendidikan Jerman. Aliran yang
berdasarkan konsepsi konvergensi ingin mengawinkan dua aliran yang 180 derajat
berlawanan, yaitu aliran empirisme dan aliran nativisme. Aliran ini berpendapat
bahwa anak lahir di dunia ini telah memiliki bakat baik dan buruk,
sedangkan perkembangan anak selanjutnya akan dipengaruhi oleh lingkungan . Jadi
faktor pembawaan dan lingkungan sangat penting.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar