PENGANTAR
PENDIDIKAN
( PENDIDIKAN
SEUMUR HIDUP )
A.
Pendahuluan
Kata
Pengantar
Sebagai
usaha untuk meningkatkan mutu lulusan pendidikan tenaga kependidikan,
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan kebudayaan telah
melakukan penyesuaian kurikulum pendidikan tenaga kependidikan, khususnya guru
sekolah menengah. Kurikulum yang disesuaikan tersebut dijabarkan dalam:
1.
Ketentuan-ketentuan
Pokok Kurikulum Pendidikan Prajabatan Tenaga Kependidikan dan Strategi
Pengembangannya.
2.
Topik
inti, rancangan mata kuliah dan silabus MKDK.
3.
Topik
inti, contoh rancangan mata kuliah dan silabus MKBS dan KMPBM untuk berbagai
program studi.
Berdasarkan
kurikulum yang telah disesuaikan tersebut ditulislah buku bahan belajar sebagai
buku pegangan mahasiswa dan dosen dalam penyelenggaraan perkuliahan. Buku bahan
belajar ini diharapkan akan member dasar, arah, dan titik tolak kegiatan
perkuliahan sehingga perkuliahan dapat dilakukan lebih terprogram.
Buku
Pengantar Pendidikan ini merupakan
hasil penulisan Prof. Dr. Umar Tirtarahardja dan Drs. La Sulo dibantu oleh
Prof. Dr. I Wayan Ardhana dan Prof. Dr. Sudijarto sebagai evaluator atau
reviewer buku ini.
Sebagaimana
upaya peningkatan kualitas yang tidak akan pernah selesai, demikian pula buku
bahan belajar ini nantinya akan memerlukan revisi berdasarkan masukan dari
lapangan. Untuk itu saran-saran perbaikan dan masukan lainnya dapat disampaikan
kepada penulisan, dengan alamat: Proyek Pembinaan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Pembahasan
1.
Konsep
Pengertian Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan seumur hidup adalah suatu
konsep, suatu ide. Gagasan pokok dalam konsep ini ialah bahwa pendidikan tidak
hanya berlangsung selama seorang berlajar di lembaga-lembaga pendidikan formal,
bahwa seseorang masih dapat memperoleh pendidikan kalau ia mau setelah ia
selesai menjalani pendidikan formal. Ditekankan pula dalam konsep ini, bahwa
pendidikan, dalam arti kata yang sebenarnya, adalah sesuatu yang berlangsung
terus sepanjang kehidupan seseorang.
Hidup mempunyai tiga komponen yang
saling berhubungan satu dengan lainnya, yaitu (1) individu, (2) masyarakat, dan
(3) lingkungan fisik. Perjalanan manusia seumur hidup (lifelong) mengandung
perkembangan dan perubahan yang mencakup tiga komponen, yaitu (1) tahap-tahap
perkembangan individu (masa balita, masa kanak-kanak, masa sekolah, masa
remaja, dan masa dewasa), (2) peranan-peranan sosial yang umum dan unik dalam
kehidupan, yang berbeda-beda di setiap lingkungan hidup, dan (3) aspek-aspek
perkembangan kepribadian (fisik, mental, sosial, dan emosional).
Adapun tujuan untuk pendidikan
manusia seutuhnya dan seumur hidup ialah sebagai berikut:
- Mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan
kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembawaannya seoptimal mungkin.
- Dengan mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan
kepribadian manusia bersifat hidup dan dinamis, maka pendidikan wajar
berlangsung selama manusia hidup.
2.
Prinsip-prinsip Pendidikan Seumur
Hidup
Dasar-dasar pemikiran pendidikan
seumur hidup antara lain :
1. Tinjauan Ideologis
Pendidikan
seumur hidup atau long life education akan memungkinkan seseorang mengembangkan
potensinya sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Pada dasarnya semua manusia
dilahirkan ke dunia mempunyai hak yang sama, khususnya hak untuk mendapatkan
pendidikan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilannya (skill).
2. Tinjauan Ekonomis
Pendidikan
seumur hidup dalam konteks ini memungkinkan seseorang untuk :
a. Meningkatkan produktivitasnya.
b. Memelihara dan mengembangkan
sumber-sumber yang dimilikinya.
c. Memungkinkan hidup dalam
lingkungan yang lebih sehat dan menyenangkan.
d. Memiliki motivasi dalam mengasuh
dan mendidik anak-anaknya secara tepat sehingga peranan pendidikan keluarga
menjadi sangat penting dan besar artinya.
3. Tinjauan Sosiologis
Pada
umumnya di negara-negara sedang berkembang ditemukan masih banyak orang tua
yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan formal bagi anak-anaknya. Oleh
karena itu, anak-anak mereka yang kurang mendapatkan pendidikan formal, putus
sekolah, dan atau tidak bersekolah sama sekali. Dengan demikian, pendidikan
seumur hidup kepada orang tua akan merupakan solusi dari masalah tersebut.
4. Tinjauan Filosofis
Negara-negara
demokrasi menginginkan seluruh rakyatnya menyadari pentingnya hak memilih dan
memahami fungsi pemerintah, DPR, DPD, dan sebagainya. Oleh karena itu,
pendidikan kewarganegaraan perlu diberikan kepada setiap orang. Hal ini menjadi
tugas pendidikan seumur hidup.
5. Tinjauan Teknologis
Di
era globalisasi seperti sekarang ini, tampaknya dunia dilanda oleh eksplosi
ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan berbagai produk yang
dihasilkannya. Semua orang, tidak terkecuali para pendidik, sarjana, pemimpin
dan sebagainya dituntut selalu memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya,
seperti apa yang terjadi di negara-negara maju.
6. Tinjauan Psikologis dan
Paedagogis
Pendidikan
pada dasarnya dipandang sebagai pelayanan untuk membantu pengembangan personal
sepanjang hidup, dalam istilah yang lebih luas yaitu development.
Konseptualisasi pendidikan seumur hidup merupakan alat untuk mengembangkan
individu-individu yang akan belajar seumur hidup agar lebih bernilai bagi
masyarakat.
B.
Penutupan
Kesimpulan
Menurut posisi terpenting keluarga
ialah sebagai lembaga pendidikan, pergeseran peran remaja, dan orang dewasa,
hubungan sosial pekerja dengan pemimpin, meningkatnya emansipasi wanita dan
berubahnya konsepsi pria sebagai pencari nafkah, semuanya membawa implikasi
pada keharusan akan perlunya penyesuaian diri dari kedua belah pihak dalam
menghadapi kemajuan. Untuk itu perlu adanya model baru pelayanan yang dapat
membekali semua pihak untuk secara teru-menerus menggalang diri guna mengatasi
tantangan zaman. Model pelayanan yang dimaksud adalah pendidikan seumur hidup.
C.
Daftar Pustaka
Drijarkara. 1970. Percikan
Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.
Bukhori,
Mochtar. 1994. Pendidikan dalam
Pembangunan. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar